Ibu kita kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya
Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia
Itulah lagu singkat yang mengingatkan kita pada sosok wanita hebat. Ya, wanita yang mampu membebaskan keterkungkungan wanita, yang mampu menghilangkan jembatan antara pria dan wanita, yang mampu mampu dan mampu membuat pria dan wanita tidak ada bedanya. Itulah Ibu Kartini. Jika dulu wanita hanya di rumah, membersihkan rumah, memasak dan mengasuh anak, sekarang jangan heran jika melihat wanita duduk di kursi empuk, memimpin beribu-ribu karyawan di kantornya.
Sebagai seorang wanita, tugas utamanya adalah mengurus rumah dan keluarga. Mulai dari membersihkan rumah, mencuci, memasak, mengasuh anak, dan segala macam tetek bengek yang menyangkut keluarga dan rumah. Bila seperti itu terus, bisa dibayangkan bagaimana perkembangan wanita, tak mengenal pendidikan, kurang interaksi di dunia luar, tak tahu perkembangan, hanya terkungkung dalam rumah, apa jadinya itu wanita, tidak pernah berkembang. Mungkin itu yang dipikirkan Ibu Kartini, memikirkan kemajuan wanita. Jika keadaan wanita masih terbelakang seperti itu, tentu pria akan lebih mudah membodohi wanita.
Seorang wanita yang hebat adalah wanita yang selalu berkarya, tapi tidak lupa akan tugas utamanya sebagai seorang istri dan ibu untuk anak-anaknya. Perlu digaris bawahi, berkarya bukan berarti berangkat subuh dan pulang larut malam, sehingga anak-anak tak lagi mendapat kasih sayang, keluarga berantakan. Berkarya dapat dilakukan di manapun, lewat media manapun. Bagi wanita yang bisa membagi waktunya mungkin tidak masalah untuk bekerja di luar rumah. Tapi bagi wanita yang sulit untuk mengatur waktu, belum lagi memiliki suami yang masih berpikiran sempit, yang tidak mengizinkan wanita bekerja di luar rumah, tenang saja, wanita bisa berkarya di rumah sambil menemani anak-anak belajar, bisa berkarya dengan masih mendengarkan keluh kesah anak-anak.
Itulah Teknologi Informasi dan Komunikasi dibutuhkan. Untuk membuat wanita bisa terus berkarya. Contohnya saja begini, seorang ibu rumah tangga yang bisa merajut, menjahit atau kegiatan lainnya. Tentu kegiatan itu bisa dikerjakan di rumah, sehingga sang Ibu tetap berkarya menghasilkan kerajinan tangan, tanpa mengganggu tugas utamanya. Begitu pula dengan ibu rumah tangga yang membuka bisnis catering, dan banyak lagi bisnis yang bisa dikerjakan di rumah. Bagaimana cara memasarkannya? Jangan lupa kita masih punya teknologi yang mendukung kita. Kerajinan tangan itu bisa kita promosikan di website, blog, jejaring sosial. Kita punya komputer untuk mempermudah kerja kita, membuat pembukuan, membuat aturan-aturan. Walaupun bekerja di rumah, kita punya telepon, handphone, bisa mengirim email untuk terus berkomunikasi dengan keluarga, teman, hingga klien kita. Sehingga wanita tak perlu takut untuk kehilangan komunikasi dengan dunia luar.
Jadi sekarang, tidak ada lagi yang bisa membatasi wanita untuk berkarya. Karena karya tidak dibatasi oleh tempat dan media. Teruslah berkarya para wanita :)
0 komentar on "Berkarya tidak dibatasi oleh tempat dan media"
Posting Komentar